Profil Arkeologinesia

 

Arkeologinesia merupakan konsultan arkeologi yang bergerak di bidang pelestarian aset budaya dan permuseuman. Arkeologinesia dibangun pada tahun 2017 dengan semangat pelestarian terhadap aset budaya bendawi (tangible) berupa bangunan cagar budaya dan koleksi museum.

Di bidang pelsetarian aset budaya, bangunan kuno yang memiliki nilai sejarah yang tinggi mulai dilirik oleh masyarakat sebagai objek yang bernilai dan banyak yang mulai memanfaatkan bangunan tersebut sebagai tempat tinggal, tempat usaha, kantor, dan kegiatan lainnya. Tentunya pemanfaatan tersebut akan memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif adalah bangunan tersebut akan tetap ada namun dampak negatifnya adalah pemanfaatan yang tidak tepat malah akan menjadikan bangunan tersebut berubah total dan hilang nilai-nilai keasliannya.

Di bidang permuseuman kami mencoba memberikan sesuatu yang baru bagi museum dan memberikan solusi yang dihadapi oleh museum terutama dalam segi pengelolaan koleksi. Harapan kami adalah supaya museum dapat menjadi lebih hidup dan memiliki tata kelola yang lebih baik.

Visi

Mewujudkan cita-cita pelestarian aset budaya dan tata kelola permuseuman di Indonesia yang lebih baik
Mewujudkan masyarakat peduli aset budaya dan museum

Misi

Menjalin kerjasama antar lembaga dan masyarakat dalam pelestarian aset budaya
Memfasilitasi kebutuhan instansi, lembaga, dan komunitas di bidang pelestarian aset budaya dan permuseuman
Meningkatkan kompetensi sebagai konsultan arkeologi di bidang pelestarian aset budaya dan permuseuman

Landasan Kerja

 

Arkeologinesia dalam menjalankan tugasnya sebagai konsultan arkeologi berlandaskan pada :

CEO Arkeologinesia

Asies Sigit Pramujo

Arkeolog | Konservator | Konsultan | Web Programming

Dilahirkan di Bandung pada 11 Januari 1987. Setelah lulus SMA tahun 2005 kemudian melanjutkan studi di Program Sarjana (S1) Jurusan Arkeologi, FIB UGM dengan konsentrasi studi di bidang Manajemen Pengelolaan Sumberdaya Budaya (Cultural Resource Management, CRM). Pada tahun 2014 kembali melanjutkan studi pada Program Pascasarjana (S2) Departemen Arkeologi, FIB UGM dengan konsentrasi studi di bidang Konservasi Koleksi Museum.

Sempat mendapatkan pengalaman praktek restorasi lukisan di Museum Affandi di bawah bimbingan Selarti Venetsia (Konservator-restorator lukisan Museum Affandi).