ARKEOLOGINESIA KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DAN KOLEKSI MUSEUM

KONSERVASI

Layanan Konservasi Bangunan Cagar Budaya dan Koleksi Museum

Konservasi cagar budaya dan koleksi museum merupakan salah satu layanan dari Arkeologinesia. Layanan ini meliputi sebagai konsultan dan konservator

Konsultan

Arkeologinesia sebagai konsultan konservasi membantu dalam konsultasi seputar konservasi BCB dan konservasi di museum.

Konservator

Arkeologinesia sebagai tenaga ahli konservasi (konservator) membantu dalam melakukan tindakan konservasi (asesmen dan treatment).

ARKEOLOGINESIA KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DAN KOLEKSI MUSEUM

Mengapa Perlu Konservasi ?

Tujuan Konservasi

Untuk mempertahankan bangunan cagar budaya dan koleksi museum perlu dilakukan tindakan konservasi sehingga dapat bertahan melewati masa dan terhindar dari ancaman kerusakan.

Jenis Tindakan Konservasi

Tindakan konservasi dibagi menjadi dua bagian utama yaitu: Tindakan Pencegahan dan Tindakan Interventif dimana masing-masing memiliki tujuan yang berbeda.

ARKEOLOGINESIA KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DAN KOLEKSI MUSEUM

Tindakan Konservasi Bangunan Cagar Budaya dan Koleksi Museum

KONSERVASI PREVENTIF

Adalah tindakan pencegahan terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan obyek menjadi rusak atau tidak berumur panjang.

  • Survey kondisi koleksi

     

  • Survey kondisi lingkungan sekitar bangunan atau koleksi
  • Pengelolaan hama (pest management)
  • Pelatihan pengelola bangunan dan staf museum (training, workshop)

KONSERVASI INTERVENTIF

Adalah tindakan yang dilakukan untuk menghentikan kerusakan atau mengembalikan kondisi obyek pada posisi yang stabil dari kerusakan yang terjadi.

  • Perbaikan komponen bangunan dan koleksi museum (remedial conservation)
  • Mengembalikan kondisi bangunan dan koleksi museum pada kondisi yang stabil (restoration)

Beberapa referensi tentang konservasi: ICOM-CC, Australia ICOMOS, UU No. 11 Tahun 2010

ARKEOLOGINESIA KONSERVASI BANGUNAN CAGAR BUDAYA DAN KOLEKSI MUSEUM

Tahapan Proses

01

Identifikasi

Identifikasi permasalahan yang terjadi pada obyek kajian (identifikasi kerusakan pada obyek hingga kondisi lingkungan di sekitar obyek)

02

Perencanaan

Merencanakan tindakan yang diperlukan berdasarkan hasil identifikasi kondisi obyek eksisting. Perencanaan meliputi perencanaan metode tindakan hingga anggaran.

03

Pelaksanaan

Melakukan tindakan konservasi berdasarkan perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Evaluasi juga dilakukan pada setiap tindakan.

04

Evaluasi

Evaluasi akhir hasil tindakan konservasi dan rekomendasi pasca dilakukan tindakan untuk mencegah kerusakan di masa depan.

ARKEOLOGINESIA KONSULTAN PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DAN MUSEUM

Layanan Kami Lainnya

ARKEOLOGINESIA KONSULTAN PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DAN MUSEUM

Untuk Siapa Kami Ada?

Kami ada untuk mendampingi intansi pemerintah, organisasi atau komunitas, museum, hingga badan usaha lainnya yang memerlukan tenaga ahli dalam bidang konservasi cagar budaya dan museum.

Instansi Pemerintah

Organisasi & Komunitas

Museum

Badan Usaha

Arkeologinesia Hadir Untuk Anda

Hubungi Kami