Kajian

Pelestarian Cagar Budaya dan Museum

Kajian Pelestarian Cagar Budaya

Arkeologinesia memberikan layanan dalam melakukan kajian pelsetarian cagar budaya yang meliputi kajian perencanaan pemugaran, kajian pengelolaan cagar budaya, hingga kajian pemanfaatan cagar budaya.

Kajian pelestarian cagar budaya yang kami lakukan tentunya tetap memperhatikan tata ruang, tata letak, fungsi sosial, dan/atau lansekap budaya asli sesuai dengan prinsip pelestarian cagar budaya dan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya pada pasal 80 ayat (1) dan (2).

Kajian dan Benchmarking Museum

Selain kajian pelestarian cagar budaya yang berbentuk fisik (bangunan), Arkeologinesia juga melakukan kajian di bidang permuseuman yang meliputi kajian koleksi hingga kajian pengelolaan museum.

Kajian pengelolaan museum ini bertujuan agar museum dapat mengetahui kinerja museum berdasarkan tolok ukur yang telah ada melalui proses membandingkan atau yang sering disebut dengan istilah benchmarking.

Landasan Operasional

  • Undang-Undang No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya
  • Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang Museum
  • Kode Etik Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia

Ruang Lingkup

  • Kajian Perencanaan Pemugaran Bangunan Cagar Budaya
  • Kajian Pengelolaan Cagar Budaya
  • Kajian Koleksi Museum
  • Kajian Pengelolaan Museum / Benchmarking