Definisi Konservasi

Definisi Konservasi

ICOM – CC mendefinisikan konservasi sebagai seluruh pengukuran dan tindakan yang bertujuan untuk mempertahankan tinggalan budaya bendawi dan memastikan bahwa tinggalan tersebut dapat dipertahankan pada saat saat ini hingga generasi yang akan datang1

Jenis Tindakan Konservasi

Konservasi Pencegahan (Preventive Conservation)

Konservasi pencegahan adalah salah satu tindakan pertama dan termudah yang dapat dilakukan oleh konservator di museum karena tindakan ini tidak melakukan intervensi langsung pada koleksi melainkan hanya melakukan tindakan pencegahan agar koleksi terhindar dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan pada koleksi.

Konservasi pencegahan adalah seluruh pengukuran dan tindakan yang dilakukan untuk mencegah kerusakan pada koleksi pada saat ini dan di masa yang akan datang. Tindakan ini dapat dilakukan pada konteks lingkungan sekitar koleksi baik objek tunggal maupun kelompok dan tindakan ini tidak terbatas pada usia koleksi.

Konservasi Perbaikan (Remedial Conservation)

Konservasi perbaikan merupakan tahap lanjut dari konservasi pencegahan. Konservasi perbaikan ini perlu dilakukan oleh seorang konservator yang telah memiliki pengalaman di bidang penanganan perbaikan koleksi sesuai dengan jenis koleksinya.

Konservasi perbaikan adalah tindakan yang dilakukan langsung pada koleksi untuk mencegah koleksi menjadi semakin rusak atau untuk memperkuat struktur koleksi. Tindakan ini dilakukan ketika koleksi dalam kondisi yang sangat rapuh dan terjadi kerusakan yang sangat aktif sehingga dapat menyebabkan koleksi semakin rusak, bahkan hilang dalam waktu dekat. Tindakan perbaikan ini kadang dapat merubah tampilan dari koleksi.

Restorasi

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 66 Tahun 2015 tentang Museum2, restorasi didefinisikan sebagai upaya memperbaiki koleksi yang rusak agar mendekati seperti bentuk asli yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

ICOM-CC memberikan definisi restorasi sebagai seluruh tindakan yang secara langsung diterapkan pada koleksi sekalipun koleksi tersebut dalam keadaan stabil dengan tujuan untuk memfasilitasi apresiasi, pemahaman, dan kegunaan dari koleksi tersebut.

Tindakan restorasi hanya dapat dilakukan ketika koleksi tersebut telah kehilangan nilai penting (significance) atau kehilangkan fungsi aslinya akibat kerusakan yang terjadi di masa lalu. Tindakan restorasi perlu didasarkan pada keaslian material koleksinya. Tindakan ini biasanya memodifikasi tampilan dari koleksi.

Modifikasi tampilan yang dimaksud dari hasil restorasi adalah koleksi tampak terlihat baru dan dapat difungsikan seperti semula walaupun konservator-restorator tetap mempertahankan menggunakan material yang sejenis.

Pentingnya Konservasi Koleksi Bagi Museum

ICOM memberikan definisi tentang museum sebagai suatu lembaga non-profit yang bertujuan untuk melestarikan (preserve), menginterpretasi (interpret), dan mempromosikan (promote) tinggalan alam dan budaya manusia. Museum harus memastikan bahwa koleksi yang dikelola dapat dipertahankan sehingga generasi di masa yang akan datang dapat memanfaatkannya3.

Oleh karena museum harus dapat memastikan bahwa koleksi dapat bertahan melewati kurun waktu tertentu maka museum perlu melakukan tindakan perawatan koleksi atau yang lebih dikenal dengan istilah konservasi.


 

Footnotes

  1. ICOM-CC. (2008). Terminology to characterize the conservation of tangible cultural heritage. Retrieved November 28, 2015, from International Council of Museum-Comittee for Conservation: http://www.icom-cc.org/242/about-icom-cc/what-is-conversation/terminology/#.Vlk12HtupNd
  2. Pemerintah Republik Indonesia. (2015, Agustus 19). PP Nomor 66 Tahun 2015 Tentang Museum. Jakarta, Indonesia: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
  3. ICOM. (2017). Code of Ethics for Museum. International Council of Museum