Yogyakarta, 23 Mei 2018. Pada hari Rabu, 23 Mei 2018 berlokasi di Ruang Audio Visual Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, Drs. Wahyu Indrasana terpilih menjadi Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komisariat Daerah D.I. Yogyakarta – Jawa Tengah untuk periode 2018-2021. Drs. Wahyu Indrasana dipercaya kembali oleh seluruh anggota IAAI Komda DIY-Jateng setelah sebelumnya juga menjabat untuk posisi yang sama dalam kepengurusan periode 2015-2017.

Drs. Wahyu Indrasana merupakan pensiunan PNS yang pernah menjabat sebagai Kepala Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala (SPSP) D.I. Yogyakarta yang saat ini telah berubah nama menjadi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) D.I. Yogyakarta. Tentunya pengalaman beliau tersebut sudah tidak dapat dipungkiri lagi dalam dunia pelestarian cagar budaya khususnya di wilayah D.I. Yogyakarta.

Pelaksanaan serah terima jabatan kepengurusan tersebut turut disaksikan oleh Dr Wiwin Juwita Ramelan (Ketua Umum IAAI Pusat), Prof. Dr. Suratman, M.Sc. (Ketua Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY), para tamu undangan dari berbagai instansi, dan anggota IAAI Komda DIY-Jateng.

Fahmi Prihantoro, S.S., S.H., M.A. selaku Sekretaris IAAI Komda DIY-Jateng menyampaikan laporan pertanggungjawaban periode kepengurusan sebelumnya. Dalam laporan tersebut, IAAI Komda DIY-Jateng selama 2 tahun terakhir telah melaksanakan banyak sekali kegiatan berupa seminar dan workshop bagi anggota IAAI Komda DIY-Jateng mengenai proyek pemugaran bangunan cagar budaya.

Dalam kesempatan ini pula, Dr Wiwin Juwita Ramelan selaku Ketua Umum IAAI Pusat menyampaikan apresiasi yang sangat baik terhadap kinerja IAAI Komda DIY-Jateng beberapa tahun belakangan ini dan berharap bahwa IAAI Komda DIY-Jateng dapat mempertahankan prestasi dan mampu menjadi lebih baik di kepengurusan periode 2018-2021 ini.

Dr Wiwin Juwita Ramelan juga menyampaikan laporan terhadap perkembangan struktur organisasi IAAI dimana beberapa waktu lalu, IAAI telah mendaftarkan kembali status organisasi IAAI ke Kemenkumham walaupun terdapat beberapa perubahan terutama perubahan nama menjadi Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia.

Perubahan nama tersebut terjadi karena kebijakan baru dari Kemenkumham bahwa seluruh organisasi kemasyarakatan harus menggunakan kata “Perkumpulan” pada namanya. Walaupun demikian, Dr Wiwin Juwita Ramelan tetap menegaskan bahwa IAAI tetap digunakan sebagai ‘nama panggilan’ karena sudah familiar di kalangan anggota IAAI.

Selain acara serah terima jabatan, pada kesempatan ini juga IAAI Komda DIY-Jateng mengadakan sarasehan / diskusi dengan topik “Peran Arkeolog dalam Pemugaran Cagar Budaya” dengan pembicara Drs. Wahyu Indrasana dan dimoderatori oleh Dra. Sri Ediningsih, M.Hum.

Perlu diketahui juga bahwa IAAI merupakan organisasi yang beranggotakan arkeolog senior dan junior, para PNS baik yang masih aktif di instansi bidang arkeologi maupun yang sudah purnatugas, dan beberapa anggota di luar ilmu arkeologi yang berhubungan dengan pelestarian cagar budaya.

Semoga kepengurusan baru IAAI Komda DIY-Jateng periode 2018-2021 ini dapat memberikan angin baru bagi anggota IAAI Komda DIY-Jateng dan juga bagi pelestarian cagar budaya khususnya di wilayah D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah.

— Salam Arkeologinesia