Memasuki bulan Desember 2017 yang lalu, Museum UGM mulai berbenah terutama melakukan restrukturisasi organisasi hingga melakukan beberapa tindakan konservasi terhadap beberapa koleksi penting Museum UGM. Hal ini juga berkaitan dengan adanya kegiatan Launching Ruang Prof. Sardjito di Museum UGM pada 4 Desember 2017 yang lalu (Baca: Launching Ruang Prof. Sardjito, Museum UGM).

Setelah sekian lama, koleksi Museum UGM memang belum ada yang menangani dengan lebih intensif dikarenakan Museum UGM belum memiliki konservator yang secara khusus memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang konservasi koleksi museum.

Selain penanganan perawatan koleksi, pihak pengelola baru Museum UGM melakukan registrasi ulang (audit koleksi) terhadap koleksi-koleksinya. Hal ini dikarenakan sempat terjadinya perpindahan kepengelolaan dari pihak universitas kemudian diserahkan kepada pihak Fakultas Ilmu Budaya, dalam hal ini Departemen Arkeologi yang diberi kesempatan untuk diserahkan sebagai pelaksana pengelola Museum UGM.

Perubahan kepengelolaan Museum UGM tersebut menjadikan pelaksana pengelola Museum UGM yang baru merasa perlu untuk melakukan proses registrasi ulang dan pelacakan terhadap seluruh koleksi museum yang ada di Museum UGM dan memastikan seluruh koleksi museum UGM dalam keadaan yang lengkap.

Memberi Warna Baru

Kegiatan registrasi ulang dan kegiatan konservasi koleksi Museum UGM ini memberikan warna baru di Museum UGM. Beberapa alumni Departemen Arkeologi diturunkan untuk membatu kegiatan tersebut bersama-sama dengan dosen Arkeologi.

Sistem registrasi koleksi Museum UGM mulai ditata kembali dengan menggunakan Sistem Manajemen Koleksi Museum (Baca: Sistem Manajemen Koleksi Museum versi 1.0) sehingga pencatatan, pencarian dan pelacakan koleksi di masa yang akan datang menjadi lebih mudah.

Beberapa koleksi museum seperti kertas, kain, kayu, besi mulai dilakukan perawatan setelah bebera waktu belakangan belum tersentuh sama sekali oleh tindakan konservasi. Beberapa koleksi bahkan dilakukan penanganan hingga perbaikan (remedial conservation) karena kondisi kerusakannya sudah cukup parah dan perlu perbaikan segera.

Penambahan dan perbaikan instalasi pameran di Museum UGM juga sedang dilakukan antara lain dengan memasang beberapa lampu LED spot untuk penerangan ruang pamer (sebelumnya masih menggunakan lampu Neon TL). Untuk sementara ini, perbaikan instalasi listrik baru dilakukan di beberapa titik ruang pamer.

Kedepanya, pihak pengelola atas seijin Fakultas Ilmu Budaya dan Universitas Gadjah Mada berencana untuk melakukan perbaikan infrastruktur di Museum UGM supaya Museum UGM dapat menjadi lebih aman dan nyaman dan sebagai tindak lanjut dari pengalaman kebakaran di Museum Bahari beberapa waktu lalu (Baca: Museum Bahari Terbakar).

Bersih-Bersih – Konservasi Preventif

Selama bulan Desember 2017 yang lalu, seluruh staff Museum UGM melakukan bersih-bersih museum. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk tindakan konservasi preventif. Konservasi preventif adalah seluruh kegiatan yang dilakukan untuk meminimalkan kerusakan pada koleksi museum tanpa melakukan intervensi langsung pada koleksi (ICOM-CC, 2018) disebut juga sebagai tindakan pencegahan.

Bersih-bersih museum merupakan salah satu bentuk tindakan preventif berupa pengelolaan lingkungan di sekitar museum. Bentuk kegiatan bersih-bersih museum ini antara lain: mengganti gorden yang telah berdebu, membersihkan jendela yang terlah berdebu, membersihkan storage dan ruang pameran hingga membersihkan lokasi display tempat dimana koleksi dipamerkan.

 

Perbaikan Beberapa Koleksi

Ada sesuatu yang berbeda dilakukan Museum UGM saat ini yaitu Museum UGM sudah dapat melakukan tindakan perbaikan pada beberapa koleksi yang dimilikinya. Saat ini Museum UGM telah memiliki konservator koleksi yang setidaknya dapat melakukan intervensi langsung pada koleksi.

Terdapat 8 koleksi Museum UGM yang dilakukan perbaikan dan pembersihan secara langsung yaitu:

  1. Logo UGM besar (1 buah)
  2. Logo UGM kecil (2 buah)
  3. Kumpulan Kliping Koran (2 buku kliping)
  4. Foto Ki Sarmidi Mangunsarkoro (1 buah)
  5. Piagam perhargaan kepada Ki Sarmidi Mangunsarkoro (2 buah)

Seluruh koleksi tersebut di atas dilakukan perbaikan oleh Asies Sigit Pramujo sebagai konservator pelaksana dengan dibantu oleh 2 orang staff yaitu Amalia Hani Firdatama dan Winda Saputri di bawah pengawasan Dr. Mahirta, M.A. sebagai Ketua Pengelola Museum UGM.

 

Yang Baru dari Museum UGM

Toko Souvenir

Ada juga yang baru dari Museum UGM yaitu kini Museum UGM telah memiliki sebuah toko souvenir kecil yang menjual pernak-pernik khas Museum UGM bagi pengunjung Museum UGM. Toko souvenir ini merupakan salah satu inisiatif pengelola Museum UGM untuk mengembangkan enterpreneurship bagi mahasiswa khususnya bagi mahasiswa Departemen Arkeologi FIB UGM – kami menyebutnya sebagai arkeo-enterpreneur.

Dengan adanya toko souvenir ini pula diharapkan Museum UGM mampu memenuhi kehidupannya sendiri sesuai dengan prinsip non-profit organization dan melatih mahasiswa untuk dapat mengembangkan strategi pemasaran bagi museum dengan kreatifitas yang mereka miliki. Hal ini telah diamini juga oleh pihak Fakultas Ilmu Budaya selaku penanggung jawab Museum UGM dan pihak Universitas Gadjah Mada selaku pemiliki Museum.

Susunan Pengelola Baru

Pengelola Museum UGM periode ini akan mengemban tugas pengelolaannya hingga Desember 2018. Diharapkan hingga purna tugasnya tersebut, pengelola Museum UGM periode 2018 ini mampu memberikan warna baru dan meningkatkan kunjungan dan kegiatan di Museum UGM agar museum ini mampu menjadi salah satu ikon dari Universitas Gadjah Mada.

Berikut ini adalah susunan pengelola Museum UGM :

  • Penasehat : Dr. Anggraeni, M.A. (Ketua Departemen Arkeologi FIB-UGM)
  • Ketua Pengelola Museum UGM : Dr. Mahirta, M.A.
  • Ketua Tim Kurator : Sektiadi, S.S., M.Hum.
  • Anggota Tim Kurator : Winda Saputri, S.S.
  • Ketua Tim Preparator : Dra. D S Nugraheni, M.A.
  • Ketua Tim Konservator : Asies Sigit Pramujo, M.A.
  • Anggota Tim Konservasi : Amalia Hani Firdatama, S.S.
  • Kesekretariatan : M. Yudi, S.S. dan Fatma Yunita, S.S.
  • Edukator : Uun Tsani (Edukator Dinas Kebudayaan Yogyakarta)

 

Kunjungi Museum UGM

  • Alamat: Universitas Gajah Mada, Bulaksumur, Blok D-6 & D-7, Depok, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281.
  • Jam Operasional : 09.00 – 15.00 WIB
  • Tiket : Gratis (Free)