Yogyakarta. Pada hari Jumat, 8 Juni 2018 bertempat di kawasan 0 Km Yogyakarta tepatnya di depan Gedung Agung Yogyakarta, Balai Arkeologi Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Archaeology on The Street”. Acara ini diselenggarakan mulai pukul 16.00 – 19.00 WIB.

Menurut Putri Taniardi, salah seorang peneliti dari Balar Yogyakarta, acara ini merupakan salah satu rangkaian program pengembangan Rumah Peradaban Balai Arkeologi Yogyakarta. Acara ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi Balai Arkeologi Yogyakarta sebagai Rumah Peradaban dan sebagai bentuk perubahan cara pengenalan Rumah Peradaban Balai Arkeologi Yogyakarta.

Semula, program Rumah Peradaban ini dilaksanakan di situs tertentu secara temporal dengan durasi yang terbatas. Namun dengan penyelenggaraan acara ini, Balai Arkeologi Yogyakarta melakukan aksi ‘jemput bola’ (pro-aktif) kepada masyarakat di kawasan keramaian. Selain kegiatan ini, Balai Arkeologi Yogyakarta juga menyelenggarakan aksi mengunjungi sekolah-sekolah.

Kegiatan Archaeology on The Street ini dapat terselenggara dengan sukses berkat dukungan dari Departemen Arkeologi FIB – UGM dan Himpunan Mahasiswa Arkeologi (HIMA). Sambil menunggu waktu berbuka, masyarakat dapat menikmati alunan musik yang disajikan oleh teman-teman mahasiswa arkeologi (HIMA) juga mendapatkan informasi seputar hasil penelitian arkeologi yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta.

Event seperti ini merupakan salah satu cara dalam mensosialisasikan dan mempublikasikan arkeologi kepada masyarakat atau lebih dikenal dengan Arkeologi Publik. Hingga saat ini, masyarakat umum masih awam dengan arkeologi. Selain itu, kegiatan ini dimaksudkan juga untuk mempublikasikan hasil penelitian arkeologi yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta di wilayah kerjanya.

Ke depannya, Balai Arkeologi Yogyakarta akan menjalin kerjasama dengan pihak-pihak lain, terutama dengan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (Komda DIY-Jateng), dan instansi pemerintah terkait untuk mengembangkan acara seperti ini sehingga masyarakat umum dapat lebih mengenali arkeologi secara umum dan mencintai budaya secara khusus sehingga cita-cita pelestarian kebudayaan dapat tercapai.

Rumah Peradaban merupakan sarana edukasi dan pemasyarakatan hasil penelitian arkeologi untuk memberikan pemahaman tentang sejarah dan nilai budaya masa lampau dalam upaya melek budaya, pencerdasan bangsa, penumbuhan semangat kebangsaan, dan sumber inspirasi bagi pengembangan budaya yang berkepribadian (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).

 

— Salam Arkeologinesia. Maju Terus Arkeologi Indonesia

Kontributor foto oleh: Bapak Wahyu Indrasana dan Indah A. Nurani