Pemanfaatan dan Optimasi Website Museum

web-developer

Pada hari Senin 20 Juli 2020, Barahmus DIY bekerja sama dengan Museum UGM telah menyelenggarakan webinar bertajuk Strategi Pemanfaatan dan Optimasi Website Museum.

Seminar yang diadakan secara online melalui aplikasi Google Meet ini diikuti oleh 39 peserta baik dari museum dan instansi, baik instansi swasta, dan pemerintah.

Seminar ini menghadirkan pembicara dari Museum UGM yaitu Asies Sigit Pramujo, S.S., M.A. Konservator Museum UGM sekaligus praktisi website dan aplikasi berbasis online. Kegiatan ini juga dimoderatori oleh Humas Museum UGM, Nazula Khoerun Nisa, S.Ant.

Seminar online ini sangat menarik karena pengetahuan tentang pemanfaatan webiste bagi pengelola Museum masih sangat kurang. Padahal website yang dikelola museum seharusnya dapat menjadi ujung tombak museum saat pandemi Covid-19 melanda hingga kini.

Pemanfaatan Website Museum

Website Museum sebenarnya merupakan salah satu aset virtual yang berharga bagi museum sehingga pemanfaatan dan optimasi website sangat perlu sehingga aset virtual ini dapat memberikan dampak positif bagi museum. Website museum dapat dimanfaatkan sebagai wadah publikasi, transaksi online, dan kunjungan virtual (virtual museum).

Website Museum Sebagai Publikasi

Website museum dapat menjadi sarana publikasi informasi bagi museum. Kenapa? Website yang dikelola museum itu menunjukkan kredibilitas museum sehingga artikel atau informasi tentang permuseuman yang di-publish di website museum tentu akan dianggap lebih valid.

Publikasi tersebut juga dapat digunakan sebagai sarana berbagi informasi seputar kegiatan permuseuman sehingga pengunjung atau audience lebih mudah melakukan pencarian dan penelusuran melalui mesin pencari.

Website Museum Sebagai Online Shop

Selain sebagai publikasi, website msueum dapat diberdayakan lebih jauh sebagai online shop. Melalui online shop ini museum dapat menjual tiket maupun menjual cinderamata secara online.

Dengan memanfaatkan website museum sebagai online shop tentu museum dapat menjangkau pengunjung dan pelanggan (customer) lebih luas dan tentunya memudahkan pengunjung untuk memperoleh tiket, baik tiket kunjungan reguler maupun tiket kunjungan khusus seperti tiket agenda kegiatan khusus museum.

Website Museum Sebagai Virtual Museum

Pandemi Covid-19 telah berdampak signifikan terhadap museum yaitu dengan ‘hilangnya’ pengunjung yang datang secara langsung ke Museum. Hal ini tentunya menyebabkan hilangnya pendapatan museum.

Website museum dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempublikasikan koleksi secara online atau menampilkan museum secara virtual. Banyak aplikasi yang telah mendukung pengintegrasian pembuatan virtual museum seperti contoh pemanfaatan Google Street View yang disematkan pada halaman khusus website museum.

About The Author

Asies Sigit Pramujo

Arkeolog yang memiliki spesialisasi dalam bidang konservasi koleksi museum. Di sela-sela waktu juga sebagai programer aplikasi dan web developer.

Add a comment

*Please complete all fields correctly

Artikel Berhubungan

ignaz semmelweis
virus corona dan konservasi koleksi museum
virus corona dan konservasi koleksi museum