Dampak H2O2 dan NaClO Sebagai Disinfektan di Museum

kajian

Dampak penggunaan H2O2 (hidrogen peroksida) dan NaClO (natrium hipoklorit) bagi koleksi museum sebagai disinfektan.

Pendahuluan

Pandemi virus Covid-19 (SARS-CoV-2) atau yang lebih dikenal dengan sebutan virus corona telah berdampak signifikan terhadap museum. Dampak yang sangat terlihat adalah terhentinya operasional museum karena pembatasan jadwal kerja staf atau penerapan kebijakan bekerja dari rumah (work from home, WFH) dan tidak diperbolehkan adanya kunjungan museum sebagai bentuk tindakan pencegahan penularan virus corona.

Selain bentuk pencegahan tersebut, beberapa museum juga melakukan tindakan preventif berupa penyemprotan di area museum dengan menggunakan bahan disinfektan. Disinfektan digunakan untuk membunuh kuman penyakit yang bersifat toksik bagi mikroorganisme yang terpapar oleh bahan tersebut.

Beberapa bahan disinfektan yang secara umum beredar di pasaran adalah larutan yang mengandung senyawa hidrogen peroksida (H2O2) dan Natrium Hipoklorit (NaOCl). Kedua bahan ini biasa ditemukan pada produk pemutih pakaian namun tentu perlu dipertimbangkan penggunaan bahan disinfektan tersebut terhadap pengaruhnya bagi koleksi museum.

Latar Belakang

Penelitian sederhana ini untuk melihat dampak penggunaan disinfektan H2O2 (hidrogen peroksida) dan NaClO (natrium hipoklorit) yang terkandung di dalam beberapa produk pembersih.

Dampak penggunaan disinfektan H2O2 (hidrogen peroksida) dan NaClO (natrium hipoklorit) dilakukan meggunakan produk disinfektan atau pembersih yang banyak ditemui di pasaran.

Kajian penelitian ini hanya melihat dampak penggunaan disinfektan H2O2 (hidrogen peroksida) dan NaClO (natrium hipoklorit) bagi koleksi material logam dan kain.

Hidrogen Peroksida (H2O2)

Hidrogen peroksida merupakan senyawa kimia dengan rumus H2O2. Sepintas rumus kimia senyawa ini mirip dengan air namun sifatnya jauh berbeda dengan air. Senyawa ini juga dikenal dengan nama air teroksidasi. Dalam bentuk murninya, senyawa ini berupa cairan bening berwarna kebiruan dan merupakan peroksida paling sederhana. Senyawa ini digunakan sebagai oksidator, bahan pemutih (produksi kertas dan pakaian), penghilang noda, dan antiseptik (Wikipedia, 2020).

Natrium Hipoklorit (NaClO)

Natrium Hipoklorit merupakan salah satu senyawa kimia yang memiliki rumus NaOCl (ada pula yang menulis NaClO). Senyawa ini banyak digunakan sebagai produk pemutih pakaian yang berupa larutan encer bening berwarna kuning atau kuning kehijauan. Selain sebagai pemutih, natrium hipoklorit juga digunakan sebagai disinfektan (Wikipedia, 2020).


Dampak penggunaan H2O2 (hidrogen peroksida) dan NaClO (natrium hipoklorit) sebagai disinfektan bagi koleksi museum telah dipublikasikan secara online dan dapat diunduh pada tautan berikut:

About The Author

Asies Sigit Pramujo

Arkeolog yang memiliki spesialisasi dalam bidang konservasi koleksi museum. Di sela-sela waktu juga sebagai programer aplikasi dan web developer.

Add a comment

*Please complete all fields correctly