Ignaz Semmelweis Pelopor Prosedur Cuci Tangan

ignaz semmelweis
Ignaz Semmelweis Pelopor Prosedur Cuci Tangan
Foto Dr. Ignaz Semmelweis. Sumber Wikipedia

Ignaz Semmelweis adalah pelopor prosedur cuci tangan di dunia medis. Hari Jumat (20 Maret 2020) Google Doodle menampilkan tokoh ini. Ia adalah seorang dokter asal Hongaria yang lahir pada 1 Juli 1818 dan meninggal pada 13 August 1865.

Dr. Ignaz Semmelweis sebagai bapak pelopor prosedur cuci tangan mengenalkan pertama kalinya prosedur mencuci tangan dalam dunia medis pada 20 Maret 1847. Prosedur sederhana ini ternyata dapat menekan drastis jumlah kematian di rumah sakit saat itu.

Awal Karir

Setelah mendapatkan gelar Doktor dari Universitas Vienna pada 1 Juli 1837, Ignaz Semmelweiz kemudian fokus pada bidang spesialis kebidanan dan bekerja di Rumah Sakit Umum Vienna pada 1 Juli 1846.

Ia mendapatkan jabatan tetap sebagai asisten profesor bernama Johann Klein yang menjabat sebagai pimpinan klinik bidan di Rumah Sakit Umum Vienna.

Kala itu, terdapat penyakit sejenis demam bernama childbed fever yang merupakan penyebab kematian sebagian besar ibu setelah melahirkan. Saat itu penyebab penyakit childbed fever belum diketahui.

Infeksi Pasca Melahirkan

Ignaz Semmelweiz yang penasaran kemudian melakukan serangkaian penelitian dan akhirnya menemukan kesimpulan bahwa dokter yang membantu persalinan yang menyebabkan infeksi pada ibu.

Saat itu memang belum dikenal protokol medis yang mewajibkan seorang petugas kesehatan mencuci tangan sebelum melakukan tindakan medis seperti operasi dan membantu persalinan.

Ignaz Semmelweiz menemukan bahwa dokter yang membantu persalinan membawa material infeksius berupa bakteri, virus, kuman, dan mikroorganisme dari tangan mereka yang kemudian menular pada pasien. Materi infeksius tersebut ‘hinggap’ pada tangan dokter setelah melakukan tindakan medis pada pasien sebelumnya.

Ia lalu segera mensosialisasikan prosedur mencuci tangan di rumah sakit tersebut. Awalnya, rekan Semmelweiz ragu bahwa dengan mencuci tangan dapat mengurangi jumlah kasus kematian akibat infeksi tersebut.

Protokol Mencuci Tangan

Secara perlahan namun pasti, rumah sakit dimana Semmelweiz bekerja akhirnya menerapkan protokol mencuci tangan bagi tenaga medis sebelum melakukan tindakan medis pada pasien.

Ternyata prosedur tersebut secara ampuh mengurangi tingkat kematian pada ibu bersalin akibat childbed fever yang disebabkan infeksi kuman dari dokter ke pasien.

Beberapa tahun setelahnya, protokol mencuci tangan ini diterapkan di beberapa rumah sakit dan instansi kesehatan sebagai bentuk pencegahan penularan kuman.

Maraknya Covid-19 dan Prosedur Mencuci Tangan

Maraknya pandemi virus corona (Covid-19, SARS-CoV-2) saat ini tentunya mengingatkan kita akan prosedur mencuci tangan yang telah diajarkan oleh Ignaz Semmelweiz. Kita perlu berterima kasih kepada beliau atas prakarsanya dalam protokol mencuci tangan untuk mencegah penularan kuman.

Dengan melakukan cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, berarti kita turut serta mencegah penularan virus corona. Lapisan pelindung virus (envelope) yang tersusun dari lemak dapat mudah dibersihkan dengan menggunakan sabun.

Oleh sebab itu, jangan lupa untuk selalu mencuci tangan sebelum berjabat tangan, menyentuh makanan, dan setelah beraktifitas. Hal ini supaya tangan Anda bebas dari bakteri dan virus seperti Covid-19 dan tidak tertular atau menularkannya pada orang lain.

Terima kasih Dr. Ignaz Semmelweiz yang telah mengenalkan kita tentang arti pentingnya cuci tangan!


Sumber:

  1. Science Museum UK. “Ignaz Semmelweis”. Diakses pada Jumat 20 Maret 2020 12.15.
  2. Wikipedia. Ignaz Semmelweis. Diakses Jumat 20 Maret 2020 12.15.
  3. MedicineNet. “Medical Definition of Childbed fever”. diakses pada Jumat 20 Maret 2020 12.18.
  4. Kompas.com. “Mengenal Ignaz Semmelweis, Pelopor Cuci Tangan yang Jadi Doodle Hari Ini”. Diakses Jumat 20 Maret 2020 12:31.
  5. Liputan6.com “Google Doodle Tampilkan Ignaz Semmelweis, Si Penemu Manfaat Cuci Tangan yang Kontroversial”. Diakses Jumat 20 Maret 2020 12.33.
  6. CNN Indonesia. “Mengenal Ignaz Semmelweis, Pelopor Cuci Tangan di Dunia”. Diakses Jumat 20 Maret 2020 12.35.

Artikel Lainnya:

  1. Pencegahan Penularan Virus Corona (Bagian 1)
  2. Pencegahan Penularan Virus Corona (Bagian 2)

About The Author

Asies Sigit Pramujo

Arkeolog yang memiliki spesialisasi dalam bidang konservasi koleksi museum. Di sela-sela waktu juga sebagai programer aplikasi dan web developer.

Add a comment

*Please complete all fields correctly

Artikel Berhubungan

web-developer
virus corona dan konservasi koleksi museum
virus corona dan konservasi koleksi museum