Dampak Pandemi Virus Corona pada Konservasi Museum

virus corona dan konservasi koleksi museum

Mahalnya Harga Masker dan Minimnya Stok

Dampak pandemi virus corona Covid-19 yang disebabkan oleh virus SARS-Cov-2 ternyata juga berdampak pada kegiatan konservasi museum. Akibat penyebaran virus ini hingga sampai ke Indonesia, beberapa toko alat kesehatan dan apotik sempat kehabisan stok masker. Jikapun ada, harganya menjadi tidak masuk akal.

Dampak pandemi virus corona ini tentunya mengganggu pada aktifitas kegiatan konservasi museum dimana setiap konservator atau petugas teknis konservasi museum biasa mengenakan masker penutup mulut dan hidung ketika melakukan aktifitas konservasi namun stok masker yang menipis menyebabkan museum mengalami kesulitan dalam mengadakan masker tersebut.

surgical-mask
Surgical Mask. Masker pelindung hidung dan mulut

Masker seperti gambar di atas sudah pasti sangat familiar di kalangan konservator atau petugas teknis konservasi di museum. Masker berjenis surgical mask ini sering digunakan oleh konservator pada saat melakukan pemeriksaan kondisi koleksi.

Masker tersebut digunakan oleh konservator untuk mencegah terhirupnya debu atau jamur yang ada pada koleksi ke dalam saluran pernapasan. Debu atau jamur tersebut dapat berbahaya bagi kesehatan konservator karena dapat menyebabkan gangguan saluran pernapasan.

Membersihkan koleksi di ruang yang cukup ventilasi atau di ruang terbuka dapat dilakukan ditengah keterbatasan ketersediaan surgical mask. Tindakan ini dapat meminimalkan terhirupnya debu atau jamur.

Alternatif mebersihkan koleksi lainnya adalah dengan menggunakan vacuum cleaner. Bagaimana cara menggunakan vacuum cleaner yang benar untuk membersihkan koleksi:

Membersihkan Koleksi Dengan Vacuum Cleaner

Membersihkan debu dan jamur pada permukaan koleksi dapat menggunakan alat vacuum cleaner namun penggunaannya harus dilakukan secara hati-hati agar remahan atau bagian koleksi yang lepas/rapuh tidak ikut tersedot.

Menutup Nozzle Vacuum dengan Kasa

membersihkan-koleksi-menggunakan-vacuum-cleaner

Menutup nozzle vacuum dengan menggunakan kain kasa sebagai filter seperti ini dapat mencegah tersedotnya bagian koleksi yang telah rapuh atau lepas.

Ukuran kerapatan filter kasa yang digunakan dapat bervariasi sesuai kebutuhan namun jangan terlalu rapat atau terlalu renggang. Pastikan debu masih bisa masuk melewati filter namun bagian koleksi yang rapuh tidak dapat melewatinya.

Foto diambil dari artikel Vacuuming Object halaman 4.

Bersihkan Debu Dengan Kuas

membersihkan-koleksi-menggunakan-vacuum-cleaner

Pembersihan debu yang sulit terhisap oleh vacuum cleaner dapat dilakukan dengan menggunakan kuas halus agar tidak membuat lecet koleksi.

Sapu debu menggunakan kuas ke arah nozzle vacuum sehingga debu dan kotoran dapat langsung tersedot oleh vacuum cleaner, tidak menyebar ke bagian permukaan koleksi lainnya.

Foto diambil dari artikel Vacuuming Object halaman 4.

Semoga pandemi virus corona ini segera berakhir sehingga kegiatan konservasi museum dapat kembali berjalan dengan lancar.

Selalu waspada dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan dengan tak lupa mencuci tangan dengan air sabun atau menggunakan hand sanitizer sebelum makan, menyentuh wajah, dan bersalaman dengan orang lain. Pencegahan penularan virus corona dapat dimulai dari Anda.


Referensi:

  1. Community Museums Program. Cleaning in Museum. 2009. Histtory Trust of Australia & Government of South Australia.
  2. Nebraska State Historical Society. 2017. Vacuuming Object. Gerald R. Ford Conservation Center.
About The Author

Asies Sigit Pramujo

Arkeolog yang memiliki spesialisasi dalam bidang konservasi koleksi museum. Di sela-sela waktu juga sebagai programer aplikasi dan web developer.

Add a comment

*Please complete all fields correctly

Artikel Berhubungan

ignaz semmelweis
virus corona dan konservasi koleksi museum
virus corona dan konservasi koleksi museum
%d blogger menyukai ini: