Membersihkan Vitrin Kaca dan Plastik

membersihkan-vitrin-kaca-dan-acrylic

Pendahuluan

Membersihkan vitrin kaca dan plastik tampaknya dapat dilakukan dengan mudah. Namun pada kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Pembersihan vitrin yang tidak tepat dapat membuat tampilan vitrin menjadi jelek bahkan dapat mengurangi visibilitas koleksi yang ada di dalamnya.

Arkeologinesia kali ini akan membahas secara khusus tentang bagaimana membersihkan vitrin kaca dan plastik di museum.

Vitrin Plastik

Material kaca dan plastik banyak digunakan sebagai pelindung vitrin karena sifat transparansi dan kekuatannya. Beberapa jenis material plastik yang sering digunakan antara lain: acrylic, polycarbonate, dan styrene.

Jenis material acrylic yang paling banyak digunakan secara umum karena kekuatan dan transparansinya. Selain itu, acrylic lebih mudah untuk dibentuk sedemikian rupa, ringan, dan relatif lebih mudah untuk perawatannya.

Membersihkan Vitrin Plastik

Kita dapat dengan mudah menemukan bahan pembersih di toko-toko sekitar Anda namun beberapa pembersih mengandung bahan yang abrasif sehingga dapat menyebabkan goresan pada vitrin bermaterial plastik seperti acrylic. Beberapa material lain, walaupun tidak abrasif, namun dapat menyebabkan keretakan pada bahan plastik.

Selain itu, perlu diperhatikan juga bahwa acrylic dapat menciptakan elektrostatis pada saat dibersihkan. Sifat elektrostatis ini yang dapat menyebabkan debu kembali menempel kembali pada permukaan acrylic dan jenis plastik lainnya.

Namun beberapa produk pembersih yang beredar di pasaran kini menyediakan bahan anti-statik dan tidak abrasif. Sangat dianjurkan membaca keterangan pada produk pembersih sebelum membeli.

Menggunakan lap pembersih pun juga harus memilih bahan yang halus untuk mencegah goresan pada permukaan plastik. Salah satu lap pembersih yang direkomendasikan adalah lap kain micro-fibre.

Menghilangkan Noda

Untuk menghilangkan noda atau kotoran yang membandel pada permukaan vitrin berbahan plastik adalah dengan menggunakan baby-oil atau minyak tanah. Dapat juga menggunakan pelarut seperti minyak tanah dan acetone.

Penggunakan bahan pelarut yang lebih keras tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan material plastik menjadi melunak dan muncul retak halus.

Menghilangkan Bekas Goresan

Untuk menghilangkan bekas goresan pada vitrin plastik dapat menggunakan bahan abrasif yang halus. Bahan abrasif halus yang dapat digunakan antara lain adalah coumpound atau bahan pengkilap yang biasa digunakan untuk kendaraan (car wax).

Vitrin Kaca

Vitrin dengan material kaca tentunya lebih tahan dibandingkan dengan vitrin bermaterial plastik. Kualitas transparansinya lebih baik dibandingkan acrylic.

Namun tentunya dari segi keamanan, kaca lebih mudah pecah dibandingkan plastik sehingga perlu penanganan yang lebih hati-hati. Menggunakan kaca jenis tempered dianjurkan untuk digunakan.

Membersihkan Vitrin Kaca

Kaca lebih tahan dari goresan, cairan kimia pembersih yang mengandung asam atau basa, dan tidak menghasilkan efek elektrostatik. Beberapa produk pembersih kaca yang ada di pasaran dapat digunakan untuk membersihkan kaca dengan baik.

Menghilangkan Noda

Untuk menghilangkan noda pada permukaan kaca dapat menggunakan bahan pembersih kaca. Noda minyak atau bekas selotip dapat dihilangkan dengan pelarut seperti: minyak tanah, bensin, atau acetone.

Menghilangkan Bekas Goresan

Waaupun kaca lebih tahan dari goresan namun jika sampai terdapat goresan yang cukup dalam maka diperlukan tindakan yang membutuhkan waktu lama.

Jika goresan tampak dalam dan sudah mengganggu pandangan pengunjung dianjurkan untuk mengganti kaca vitrin daripada menghabiskan waktu untuk me-‘restorasi’ kaca tersebut.

Anjuran

Penggunaan bahan pelarut seperti bensin dan acetone menghasilkan uap yang cukup berbahaya bagi pernapasan sehingga dianjurkan untuk menggunakan bahan pelarut jenis tersebut di ruang yang memiliki sirkulasi udara yang baik.

Perlu diperhatikan juga ketika melakukan pembersihan vitrin, cairan pembersih kerap menetes pada kotak vitrin yang terbuat dari kayu sehingga pengaplikasikan bahan pembersih perlu dilakukan hati-hati.


Referensi artikel: Canadian Conservation Institute. 1996. Cleaning Glass and Acrylic Display Cases.

About The Author

Asies Sigit Pramujo

Arkeolog yang memiliki spesialisasi dalam bidang konservasi koleksi museum. Di sela-sela waktu juga sebagai programer aplikasi dan web developer.

Add a comment

*Please complete all fields correctly

Artikel Berhubungan

arkeologinesia-konsultan-cagar-budaya-dan-museum
arkeologinesia-konsultan-cagar-budaya-dan-museum