Bill of Quantity (BQ)

arkeologinesia-konsultan-cagar-budaya-dan-museum

Mengenal Bill of Quantity (BQ)

Bill of Quantity atau BQ sudah tidak asing bagi mereka yang sering ikut dalam pekerjaan Pemilihan Langsung atau dalam lelang. BQ sebenarnya merupakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kosong yang hanya memuat uraian pekerjaan, satuan, dan volume.

Bagi mereka yang berlatar ilmu sipil tentunya mengisi BQ bukan lagi menjadi suatu hal yang sulit terutama dalam pekerjaan konstruksi. Namun bagi yang baru di dunia lelang, tentu pengisian BQ akan cukup membingungkan dan dapat meleset dari pagu yang ditetapkan.

Jika BQ telah diisi pada bagian harga satuan dan total harga, maka Anda akan menghasilkan RAB (Rencana Anggaran Biaya).

Mengisi BQ untuk Menghasilkan RAB

Pengisian harga satuan pada BQ tentu tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Pengisian harga satuan perlu diisi sesuai dengan kaidah perhitungan yang memenuhi syarat dalam dokumen penawaran.

NoUraian PekerjaanJumlahSatuanHarga SatuanHarga Total
Perbaikan Vitrin
1Pembelian Kaca (Tempered Glass)2buah
2Pembelian Karet5m
3Pembelian Lem Silikon2buah
4Pemasangan Kaca1Ls
5Perbaikan Frame Kayu1Ls
Materi Tata Pamer
1Pencetakan Poster A0 (Dummy/Preview)10buah
2Pemasangan Poster1Ls
3Pembelian Lem10buah
4Pencetakan Poster A0 (Final)10buah
Tabel contoh Bill of Quantity

Pengisian harga satuan tentunya tidak dapat diisi begitu saja. Ada panduan yang dapat digunakan sebagai acuan untuk mengisi harga satuan pada tabel BQ. Untuk pekerjaan konstruksi, dan mungkin beberapa pekerjaan lain, Anda dapat merujuk Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 28/PRT/M/2016 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum.

Untuk mempermudah penghitungan dan pemeriksaan nantinya, akan lebih baik jika BQ/RAB disusun secara mengelompok. Misalkan memisahkan penghitungan antara tenaga kerja, bahan, dan peralatan pada satu uraian pekerjaan.

Menghitung Keuntungan Kontraktor Pelaksana

Lalu? Apakah setelah menghitung seluruh beban pekerjaan itu kita langsung masuk ke penawaran? Tunggu dulu, kalau langsung masuk ke penawaran berarti Anda tidak mendapatkan keuntungan dari hasil pekerjaan.

Tentunya ketika kita mengikuti proyek sudah tentu ingin mendapatkan profit atau keuntungan dari proyek yang kita lakukan. Hal ini juga tentu telah dipikirkan oleh negara.

Secara umum, keuntungan yang diperoleh kontraktor pelaksana antara 10-15 % dari total penghitungan beban pekerjaan. Jadi jika total beban pekerjaan setelah dihitung adalah Rp. 10.000.000,- maka Anda berhak mengambil keuntungan antara Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 1.500.000,-

Harga Penawaran dan Pajak dalam Bill of Quantity (BQ) / RAB

Lalu berapa besar Harga Penawaran yang kita ajukan dalam proyek tersebut?

Hasil penghitungan total beban pekerjaan + keuntungan perusahaan (10-15%) menjadi Harga Satuan Pekerjaan. Harga Satuan Pekerjaan tersebut + 10% Pajak Pertambahan Nilai adalah Harga Penawaran yang Anda ajukan saat proses lelang.

Pagu Anggaran

Bagaiman jika hasil penghitungan kita ternyata masih terlalu besar dari Pagu yang sudah ditetapkan?

Nah kalau hasil penghitungan Anda melebihi pagu anggaran, tentunya sudah dipastikan Anda akan kalah lelang atau pasti tidak akan diterima. Harga Penawaran yang diajukan pada proses lelang biasanya sama atau lebih rendah dari pagu anggaran yang sudah ditetapkan.

Seluruh perusahaan (konraktor) tentunya akan berlomba-lomba untuk menghasilkan nominal yang rendah supaya dapat menang dalam lelang. Perusahaan (kontraktor) yang menawar lebih rendah dari yang lainnya adalah yang akan memenangkan lelang.

Untuk memainkan harga penawaran supaya pas dengan beban pekerjaan dan tentunya tidak merugikan perusahaan Anda adalah dengan mengubah komponen harga upah, bahan baku, peralatan. Bukan mengubah koefisien yang sudah menjadi ketetapan.

Misalkan terdapat pekerjaan pengecatan tembok seluas 10m2, maka Anda tidak boleh merubah ketetapan tersebut. Mengapa? Jika Anda merubah ketetapan tersebut menjadi 8m2 berarti Anda tidak mengerjakan pekerjaan sesuai dengan semestinya. Dalam hal ini berarti Anda melakukan korupsi pekerjaan pengecatan tembok sebesar 2m2.

Yang Anda dapat rubah adalah upah pengecatan tembok itu. Misalkan biasanya sebesar Rp. 20.000/orang menjadi Rp. 15.000/orang sehingga harga pekerjaannya masuk dalam hitungan.

Penutup

Kira-kira inilah yang dapat saya sampaikan penjelasan mengenai Bill of Quantity atau BQ. Jika terdapat kekeliruan atau terdapat hal yang perlu ditambahkan dalam artikel ini, silahkan memberi komentar.

About The Author

Asies Sigit Pramujo

Arkeolog yang memiliki spesialisasi dalam bidang konservasi koleksi museum. Di sela-sela waktu juga sebagai programer aplikasi dan web developer.

Add a comment

*Please complete all fields correctly

Artikel Berhubungan

membersihkan-vitrin-kaca-dan-acrylic
arkeologinesia-konsultan-cagar-budaya-dan-museum
%d blogger menyukai ini: